Merajut Asa Dari Sudut Desa

Tugu GMT Luwuk Di Teluk Lalong

0 146

 

INFODESA.ID-BANGGAI-GMT Luwuk di Tanjung Lalong Kelurahan Keraton Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah selesai di bangun Bulan September 2017, ungkap Alimudin tokoh masyarakat juga sebagai sekertaris Ormas Teman Sehati Banggai kepada media infodesa.id, di Kota Luwuk Sabtu malam (18/11-2017.

Monumen GMT Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah merupakan Tugu peringatan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2016, dan berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kota Luwuk yang dikenal dengan Kota Air ini terlama Fase waktu di wilayah Indonesia, hal ini terlukis Puncak disetiap pojok Tugu, yang di desain Berbentuk segitiga ini terlihat jelas dimana terlukis angka : 09 03 16, dimana waktu terjadinya Gerhana Matahari Total tanggal 9 Maret 2016, ukiran 00 08 41, waktu kejadian Pukul 00.08.41 dan ukiran 00 02 50 merupakan durasi waktu 2 menit 50 detik. Merupakan catatan waktu terlama saat itu.

Lanjut ungkap Alimudin Pembangunan Tugu GMT Luwuk adalah inisiatif dari Pasangan Bupati dan Wakil Bupari Banggai Ir. H. Herwin Yatim, MM dan H. Mustar Labolo yang dilantik di Palu, sejak 8 Juni 2016, maksud di Bangun Monumen ini adalah agar generasi akan datang tau.sejarah karena peristiwa Fenomena Alam Gerhana Matahari Total terjadi ratusan tahun dan di Kota ini pernah terjadi juga dengan adanya Monumen GMT Luwuk menambah keindahan Kota Luwuk juga dijadikan obyek wisata keluarga utamanya pada malam hari.

Secara Otomatis menambah pemasukan para pedagang pedagang makanan, warung kopi dll disepanjang pinggiran pantai Teluk Lalong.

Dan Kami sebagai masyarakat banyak merasakan perubahan atas kepemimpinan Pasangan Ir. H. Herwin dan H. Mustar Labolo utama kebersihan dan keindahan Kota, ini terbukti Piala Adipura pertama kalinya berhasil diraih Kabupaten paling Timur dari Provinsi Sulawesi Tengah pada masa pemerintahan Bupati Sudarto ( 1990-2011) 2004 silam. Dan kedua kalinya tahun 2017 pada puncak acara peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 dan Landmark Hutan Indonesia di Jakarta. Atau tepatnya pada Tanggal 2 Agustus 2017.merupakan penantian panjang selama 13 tahun.

Karena sejak berhasil mendapat Adipura pertama kali, kearifan lokal ini seolah dilupakan. Dengan kepemimpinan H. Herwin dan H. Mustar Labolo membangkitkan lagi semangat kami dalam bentuk gerakan moral yang berasal dari kearifan lokal untuk selalu hidup bersih dan memelihara lingkungan hidup yang indah, misalnya masyarakat disetiap rumah tangga yang setiap minggu ‘mensube’ halaman rumahnya yaitu membersihkan dan menghilangkan sampah dan rumput-rumput dihalaman agar terlihat lebih rapih”
Dan setiap Jum’at dan Minggu ada Gerakan Moral turun ke Jalan untuk memungut sampah ungkap Alimudin, sehingga masyarakat secara bersama dengan kesadaran ikut memungut sampah.

Kami akan selalu membantu dan mendukung program Bupati dan wakil bupati sehingga kedepan ditargetkan Piala Adipura Kirana di Kota Luwuk demikian ungkap Alimudin sekertaris ormas teman sehati Kab. Banggai yang terbentuk sejak bulan Juni 2016.(Ahmad)

Leave A Reply

Your email address will not be published.