Merajut Asa Dari Sudut Desa

Mengenal Potensi SDA Banggai dan Sejumlah Penghargaan

0 320

INFODESA.ID-SULTENG, Kabupaten Banggai  memiliki luas wilayah daratan sekitar 9.672,70 Km² atau sekitar 14,22 % dari luas Provinsi Sulawesi Tengah. Luas lautnya sekitar 20.309,68 Km² dengan garis pantai sepan­jang 613,25 km. Secara adminis­tratif Kabupaten Banggai terbagi atas 23 kecamatan, 291 desa serta 46 kelurahan.

Wilayah Kabupaten Bang­gai yang berbatasan dengan Teluk Tomini di sisi utara dan sisi timur teluk Tolo dimana kedua teluk ini menyimpan sangat banyak potensi Sumber Daya Alam terutama Pariwisata.

Untuk mengetahui aneka potensi yang ada di wilayah ini, khususnya sektor pari­wisata serta pengembangan kepariwisataannya ke depan, diambil dari berbagai sumber, Potensi Banggai yang bisa dikembangkan un­tuk sejahterakan rakyat?

Potensi per­tanian di Banggai berupa padi ladang, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, kelapa dalam, kelapa sawit, kakao, dan lain-lain. Potensi ini tersebar di seluruh wilayah Banggai. Kami ingin mewujudkan swasembada pa­ngan yang berkelanjutan.

Potensi lain adalah peter­nakan, khususnya sapi dan kambing.Ternak sapi tercatat ada 79.740 ekor dan kambing 94.879 ekor. Lalu potensi per­ikanan, luas laut kami ini sekitar 20.309,68 km². Potensi perikan­an kami meliputi ikan palagis, ikan demersal, budidaya udang windu, udang vanamei, budi­daya ikan kerapu, rumput laut, dan mutiara. Ya ada sekitar 377 jenis ikan di Pantai Kilo 5 Luwuk Banggai.

Adanya perkebunan Sawit dan Peternakan khususnya Sapi yang tersebar di wilayah Banggai, Potensi untuk Program Sawit -Sapi, dan Pupuk Organik pelepah dan daun Kelapa Sawit kedepan Insya Allah akan di kembangkan dengan pengembangan inovasi Prukades kelompok masyarakat di pedesaan.

Potensi tambang LNG Donggi Senoro, ada pabrik amoniak.

Untuk potensi Air Terjun Lauma­rang Luwuk Banggai, Air Terjun Piala Luwuk, Air Terjun Salodik Luwuk, Bukit Teletabis Keles, Pulau Dua Balantak, Pulau Tinalapu, Pantai Kilo 5, dan lain-lain. Bahkan di Pulau Dua, ada tempat snorkeling dan diving yang tidak kalah indah dari Bunaken.

Kata Herwin Yatim di berbagai sumber Pariwisata merupakan sektor yang penting bagi pertumbuh­an ekonomi lokal. Saya ingin, masyarakat Indonesia, bahkan dunia melirik keindahan alam yang dimiliki Banggai. Banggai bisa dijadikan salah satu pusat wisata andalan Indonesia yang berlevel internasional.

Potensi Batik tenun nambo nama­nya khas Kabupaten Banggai yang semakin mendunia. Pada Februari lalu, batik nambo tampil di New York Fash­ion Week, Amerika Serikat. Ini kebanggaan bagi kami.

Hotel dan penginapan, cukup menunjang untuk sarana dan prasarana pariwisata, Alhamdulillah Banyak investor perhotelan yang tertarik mem­bangun hotel di Banggai.

Di Banggai punya Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang terletak di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk. Ada bebe­rapa rute penerbangan yang dilayani lewat bandara ini yakni dari Luwuk ke Makassar, Luwuk ke Jakarta via Makassar, lalu Luwuk ke Surabaya via Makas­sar, Luwuk ke Palu, Luwuk ke Gorontalo, Luwuk ke Manado, Luwuk ke Ampana, dan Luwuk ke Lombok via Makassar.

Dan Minggu (26/5/2019) Batik Air dengan Pesawat jenis Airbus 320-200CEO melakukan penerbangan perdana rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Sulawesi Tengah (LUW).

Dan sejak pendaratan perdana sampai saat ini Bandara Luwuk sudah dapat di darati Pesawat Airbus 320-200CEO. Di Sulawesi Tengah, Luwuk adalah destinasi kedua dilayani oleh Batik Air setelah Palu.

Di Banggai juga tersedia sarana trans­portasi laut. Dari Luwuk bisa ke Surabaya, Kendari, Goronta­lo, Manado, Salakan, Pulau Banggai, dan ke Taliabo. Transportasi darat juga bisa ke Makassar atau Palu. Jalan yang ada sudah bagus.

Pertumbuhan ekonomi di Banggai, pada tahun 2016 yaitu 38,6 persen, tertinggi di Indonesia. Tapi seka­rang melambat. Soal pengen­tasan kemiskinan, dari tahun 2011 sampai 2017, kami berhasil menekan penduduk miskin sebanyak 3.700 jiwa. Tingkat pengangguran terbuka juga me­nurun jadi 2,94 persen.

Banggai memperoleh beberapaTorehan pres­tasi dan sederet penghargaan yang diterima.

Sampai tahun 2019 atau di tahun Ke-empat kepemimpinan Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo untuk Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah telah mengoleksi 12 penghargaan nasional.
Diantaranya penghargaan Innovative Government Award (IGA). Penghargaan IGA Award ini diberikan karena kami berhasil menurunkan tingkat stunting dalam waktu dua tahun, dari yang tadinya 39% menjadi hanya 2,9% saja. Tentu ini jadi kebanggaan, sebab masalah stunting tak hanya jadi perhati­an nasional, namun juga inter­nasional. Kami diundang mem­berikan presentasi di Stunting Summit 2018 pada Maret lalu.

Penghargaan lain dari Ke­menterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bidang infrastruktur. Kami dinilai terbaik dalam pelaksana­an Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur PUPR Tahun Ang­garan 2018. Tahun 2018, kami juga meraih penghargaan nasio­nal Procurement Award 2018.

Pada bulan Agustus 2018, Bupati Banggai mene­rima secara langsung penghar­gaan Adipura yang diserahkan dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

 

Dan Tahun 2019 atau di tahun Ke-Empat kepemimpinan Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo. Kabupaten Banggai kembali meraih prestasi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-7 kali dari BPK.

Dan di tahun 2019 Banggai juga menerima Penghargaan Prestasi Tertinggi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Penghargaan ini diberikan kepada Pemda yang berkinerja terbaik secara nasional berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2018 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2017.
@Senin, 3/6/2019-Ahmad Budullah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.