Merajut Asa Dari Sudut Desa

Pertanian Kurang Diminati, Komisi IV Imbau Pemerintah Galakkan Kepeloporan Generasi Muda

0 15
Fadholi - anggota Komisi IV
Fadholi – anggota Komisi IV

INFODESA.ID-Jakarta – Pertanian di Indonesia dibayangi sejumlah persoalan, mulai dari lahan pertanian yang tidak bertambah hingga regenerasi petani yang berjalan. Imbasnya cukup serius, yakni menurunnya produktifitas sektor pertanian di masa mendatang saat kebutuhan pangan meningkat. Dalam diskusi ringan dengan anggota Komisi IV Fadholi, dijelaskan bahwa hal tersebut sudah ia proyeksikan sebelumya.

Persoalan lahan di Indonesia menurutnya bisa disiasati dengan pembukaan lahan baru dan menghentikan penggunaan areal pertanian untuk residensial. Cara tersebut bisa dimulai dengan redistribusi lahan-lahan yang berpotensi terhadap petani dengan kepemilikan lahan kurang dari satu hektar.

“Petani ini minimal harus punya lahan satu hektar baru menguntungkan. Makanya saat ini sektor pertanian tidak dilirik oleh generasi muda karena mau untung gimana wong untungnya kecil dari lahan yang seperempat hektar,” ungkapnya.

Adapun soal regenerasi, Ketua Kelompok Komisi IV dari Fraksi NasDem ini memaparkan, 65% generasi dari petani tidak tertarik menjadi petani. Salah satu sebabnya karena faktor penghasilan tidak stabil dibandingkan bekerja di sektor manufaktur. Keadaan ini diperparah dengan kecilnya kontribusi dunia pendidikan terhadap kemajuan pertanian.

Untuk mengatasinya, pemerintah harus memberikan perhatian dan kontribusi besar. Sebagai langkah awal, pemerintah perlu menciptakan kepeloporan generasi muda untuk terjun langsung ke ladang melalui pendidikan.

Di tingkat pendidikan menengah, ia mengimbau pemerintah untuk menggalakkan kembali Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA) yang sempat meredup. Transfer pengetahuan terkait pertanian modern bisa menjadi fokus perhatian agar lebih menarik dalam benak siswa.

“Menggalakan SMPA ini bisa menjadi langkah awal, kalaupun tidak diteruskan ke jenjang perguruan tinggi, sudah punya bekal. Kalau pun melanjutkan kuliah, bagusnya konsisten memilih pertanian,” tegasnya.

Di jenjang perguruan tinggi, menurutnya, pemerintah perlu merangsang para mahasiswa untuk menjadi pengusaha di bidang agrobisnis. Ia mengakui bahwa untuk mengarah ke sana akan sangat sulit. Kendati demikian, pemerintah bisa melakukan serangkaian kebijakan yang mengarusutamakan pertanian. Rangsangan tersebut bisa berbentuk insetif bagi pengusaha muda, baik itu pajak maupun perlindungan harga jual.

“Pemerintah juga harus menyediakan lahan garapan, dan pengawalan terhadap bisnis tersebut sampai stabil. Dan yang tidak kalah penting adalah membuka pasar dalam negeri dan luar negeri untuk para generasi pertanian ini,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.