Merajut Asa Dari Sudut Desa

Menjadikan Desa Mandiri, BLM Denpasar Akan Fokus Pada Pelatihan Masyarakat Desa

0 216

INFODESA.ID|DENPASAR BALI|KABUPATEN BADUNG, Drs. Mulyadin Malik, M.Si saat memimpin Rapat Pertama Kepala BLM Denpasar Seminyak, Kabupaten Badung Provinsi Bali menyampaikan, untuk mewujudkan masyarakat yang mampu untuk menjadi penggerak dan pelaksana pembangunan masyarakat pada desanya secara mandiri, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan, di perlukan adanya Kegiatan Pelatihan Masyarakat, Pengelolaan Data dan Penerapan Sistem Informasi serta Kerjasama di Bidang Desa,Daerah Tertinggal, Daerah Tertentu dan Transmigrasi, dan ini merupakan Tugas Kami BLM Denpasar, ungkapnya kepada infodesa.id (7/2-2018).

Mulyadin menyampaikan untuk menjembatani Tugas dan Fungsi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Khususnya dalam menjalankan fungsi pemberdayaan dan pembangunan di bidang pelatihan masyarakat desa, daerah tertinggal dan transmigrasi, maka dibentuklah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Masyarakat Denpasar dengan wilayah kerja meliputi;

1.Provinsi Bali 2.Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 3.Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Lanjut Mulyadin menjelaskan BLM Denpasar akan Fokus pada Latmas Masyarakat Desa Wil Bali, NTT,NTB Berbasis Pengembangan Desa Wisata, dengan Rencana Kerja 100 Hari kedepan (23 Januari s/d 14 Juni 2018), adalah :

1. Peningkatan Kinerja SDM dan kinerja Balai melalui Capacity Building Seluruh Staf dan penerapan ISO (up grading ISO 9001:2008 menjadi 9001:2015), 2. Meningkatkan Peran Balai yang berbasis Desa sesuai RPJMN 2015-2019, dengan target. Bahwa tugas sebelumnya Balai ini adalah bagaimana calon transmigrasi mendapatkan pelatihan-pelatihan teknis namun sekarang tugas balai mengalami peningkatan yang basisnya adalah Desa maka RPJM 2015-2019 dengan sasaran strategis antara lain:  Berkurangnya jumlah desa tertinggal 5000 desa dan atau meningkatnya jumlah desa mandiri sedikitnya 2000 desa, dari 122 DT minimal 80 DT dapat dientaskan hingga tahun 2019 ini, terbangunnya 144 kawasan transmigrasi dan berkembangnya 72 satuan permukiman menjadi pusat satuan kawasan pengembangan, berkembangnya 20 kawasan perkotaan baru menjadi embrio kota-kota kecil, Juga awalnya menyiapkan calon transmigrasi 1juta calon transmigrasi (data awal).

 Kita kembangkan transmigrasi pola baru dengan dukungan 19 KL, Maka dari itu bidang-bidang pelatihan mengalami modifikasi dengan BLM harus mendukung target kemendes tentang: Jumlah Desa saat sekarang berjumlah 74.954 Desa diantaranya ada 60% desa kategori sangat tertinggal dan untuk desa mandiri hanya mencapai 174 kategori desa mandiri.

Juga saat ini ungkap Mulyadin tengah mendorong Bussiness Proses untuk mendukung 4 (empat) prioritas Kemendesa, diantaranya:

Pertama, Desa harus mempunyai unggulan (prudes) di Desa dan (Prukadesa) di Kawasan dalam hal ini dua Desa atau Lebih di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan wisata disaat ini ada 194 desa wisata maka BLM yang ada harus mendukung Prudesa dan Prukadesa untuk itu pelatihan didukung dengan embung/tempat penangkap air. Kalau perspektif di Bali, NTT dan NTB bisa dibagi bahwa Bali di bidang wisata dan di NTB dan NTB bisa wisata dan embung (inovasi mendorong embung air dalam membangun sumur. BLM harus dapat memfasilitasi para enginer-enginer atau ahli-ahli.

Kedua, yang perlu didorong adalah memiliki pengembangan ekonomi desa hal ini bagaimana mendorong pembentukan dan pengembangan Bumdesa yang mana data BUM Desa sudah mencapai angka 28.000 BUM Desa (namun posisi BUM Desa masih banyak berada pada posisi Start Up) oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan.

Ke-Tiga, Untuk dana desa harus dimaksimalkan dalam mengatasi kemiskinan dengan data sekarang saja persentase lebih tinggi Desa mengatasi kemiskinan daripada kota mengatasi kemiskinan (dengan data kalau desa bisa mencapai 13% dengan persentase 0,31 sedangkan kota bisa mencapai 7% dengan persentase 0,3%).

Saat ini juga KL yang ada antara Kemendesa dengan Kemensos sudah ada MoU dan PKBnya (perjanjian kerjabersamanya) dimana aka ada non tunai, dan bisa juga bumdesa menjadi offtaker dan hal ini bisa menjadikan bahan-bahan untuk pelatihan di BLM.

Dana Desa juga untuk pengembangan sarana prasarana olah raga seperti: volley ball, futsal, dll. Ke-Empat, diharapkan kedepan juga dengan Visi kemendesa yang baru dengan menggandeng Perguruan Tinggi, Swasta, dan KL Lainnya dan diharapkan agar BLM menjadi pertemuan untuk koordinasi dan identifikasi dari kita semua, dan hal ini bisa tergambar di BLM Denpasar sebagai wakil Kementerian di Lingkup Provinsi Bali dan Nusatenggara dalam hal ini Provinsi NTT dan Provinsi NTB

3. Peningkatan Peran dan Fungsi BLM Denpasar Menjadikan Balai sebagai Pusat penelitian dan pengembagan Desa, menjadikan pusat pelatihan masyarakat, pemberdayaan mayarakat Desa dan mejadikan Pusat pengelolaan data dan Informasi.

Diera modern ini yaitu zaman digitalisasi dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa diharapkan BLM dalam membina Desa untuk peningkatan ekonomi desa melalui Bumdesanya agar menggunakan system online.

(e-commers) dan Tata kelola pertanggungjawaban melalui penggunaan dan pemberlakuan Aplikasi. Untuk Pengelolaan Profil Desa dan pertaggungjawaban Keuangan Desa agar menggunakan Aplikasi yang efektif dan efisien agar dapat berjalan dengan baik.

Menjadikan Balai sebagai Pusat Latmas, yang menyampaikan kebijakan dan regulasi sesuai kebijakan UKE-1 di kementerian dalam bentuk Modul dan bahan ajar kepada mayarakat desa dan pemberdayaan PSM se-Bali dan Nustra Menjadikan Balai sebagai Pusat pengelolaan Data dan Informasi dengan akurat terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa

4. Peningkatan Sarana Prasarana BLM Denpasar Pertama, Lingkungan Kantor, Area Parkir bukan untuk Publik, renovasi pagar depan, Jalan pegaspalan, pembenahan Ruang Aula, pemanfaatan demplot.

Kedua, Ruang Kerja Kepala Balai, KTU, seksi program dan seksi penyelenggara dan ruang kerja PSM dan perbaikan Mushola kantor.

Ketiga, peningkatan kebersihan dan keamanan kantor 5. Program/Kegiatan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan pelayanan kantor dan peningkatan kinerja pada tahun 2019.

Demikian ungkap Mulyadin beberapa hal yang diharapkan untuk peningkatan kinerja BLM Denpasar, mengakhirinya.

**Ahmad Budullah

Leave A Reply

Your email address will not be published.