Merajut Asa Dari Sudut Desa

Petani Bawang Merah Keluhkan Rencana Impor

0 37
????????????????????????????????????
bawang merah

INFODESA. ID – BIMA – Petani bawang merah seluruh Indonesia mengeluhkan kebijakan Presiden RI Joko Widodo. Menyusul langkah Presiden akan mengimpor bawang merah ke pasar dalam negeri.

Kebijakan itu dinilai merusak harga bawang merah di pasar. “Bawang merah import sekarang sudah mulai masuki pasar Indonesia. Seperti di Medan dan di Surabaya,” kata Amri dan Riftan selaku anggota Himpunan Petani Bawang Merah Gunung Mola Desa Monta Sumbawa NTB.

Amri dan Riftan meminta dengan hormat kepada Presiden Jokowi agar bawang merah tidak diimport. Lebih baik mendanai petani bawang merah dengan menunjang pengairan dan peralatan pertanian serta obat obatan.

Hal sama dikemukakan Amri dan Riftan anggota perhimpunan petani bawang. Dijelaskan, pemeliharaan bawang merah selama musim tanam diperlukan biaya yang tinggi. Karena harga obat obat khusus bawang merah ini sangat mahal. Butuh perawatan yang intens dan kehati-hatian. Jika bawang merah import menguasai pasar Indonesia, diperkirakan petani bawang merah merugi besar. Apalagi harga di bawah Rp.15 ribu dari nilai jual petani.

petani bawang
petani bawang

Menurut pengakuan para petani, agar bawang merah bisa mendapatkan keuntungan pada setiap musim tanam, petani harus mendapatkan harga Rp.20 ribu/Kg.

Yang membuat para petani terpukul bawang import masuk bersamaan dengan musim panen raya di daerah daerah produksi seperti Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Bima NTB.

Jika Presiden Jokowi masih mensatabilkan harga bawang merah dengan cara import diperkirakan petani bawang merah mengalami kerugian besar. Mengingat tidak sesuai antara biaya pengeluaran perawatan bawang merah selama musim tanam dengan nilai jual pasca panen.Makin jelas arah kebijakan Jokowi bukan berpihak kepada rakyat kecil, tapi lebih berpihak pada pengusaha, pelaku import dan pedagang besar. (AS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.