Merajut Asa Dari Sudut Desa

Cara Unik Petani di Kabupaten Brebes Melindungi Tanaman Bawang

0 154
Tafsirudin memasang lampu
Tafsirudin memasang lampu

INFODESA.ID – BREBES – Musuh utama petani adalah serangan hama yang dapat merusak tanaman mereka sehingga menyebabkan banyak kerugian. Berbagai cara pun dilakukan untuk membasmi binatang pengganggu tersebut. Namun, di wilayah Kabupaten Brebes sejumlah petani memiliki cara unik untuk menjaga tanamannya. Lalu, seperti apa cara mereka tersebut?

Untuk membasmi hama tanaman biasanya para petani menggunakan obat obatan seperti pestisida, insectisida dan sebagainya. Cara tersebut dinilai ampuh, karena hasil panen petani ternyata cukup berlimpah. Namun, mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk membelikan bahan-bahan tersebut acapkali dikeluhkan para petani di wilayah Kabupaten Brebes.

Sementara itu, salah satu hama yang dikenal dengan nama kleper terus menyerang tanaman bawang disana. Hama sejenis kupu-kupu ini merupakan hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Sementara, telur-telur inilah yang nantinya akan berubah menjadi ulat yang akan memakan daun sehingga tanaman akan mati dan rusak. Jika sudah demikian maka petanilah yang tentunya akan dirugikan.

Para petani pun tidak tinggal diam dan berfikir keras untuk menemukan cara yang efektif mengusir hama tersebut tanpa menambah biaya pengeluaran mereka. Hingga, akhirnya mengetahui jika hama tersebut menyukai cahaya lampu yang terang saat malam hari. Tak mau membuang waktu, para petani pun mencoba memasang ratusan lampu untuk mengusir hama sejenis kupu kupu tersebut. Lampu penerangan tersebut dijejer rapi di areal pesawahan mereka agar Kleper tidak merusak tanaman.

Tasrifudin, salah seorang petani bawang disana mengungkapkan setelah mengetahui cara tersebut, para petani kemudian beramai-ramai menerapkannya. Pasalnya, selain dapat menghemat biaya perawatan tanaman, cara tersebut juga aktif dan aman dalam membasmi hama yang ditakutkan tersebut.

“ Hama kleper tertarik pada cahaya, sehingga ketika ada cahaya mereka akan langsung mendekat. Dari situlah, kami mulai menggunakan lampu untuk memberantasnya. Ternyata cara tersebut bisa mengirit biaya sebesar 80 persen dibanding menggunakan racun pektisida,” katanya.

Tasrifudin mengaku biaya untuk membeli racun pektisida sangat besar yakni sampai Rp 2 juta selama masa tanam hingga panen. Namun semenjak menggunakan lampu listrik pengeluarannya lebih hemat biaya. Menurutnya, untuk lahan seluas seperempat hektar ia hanya membutuhkan Rp 700 ribu-1 juta untuk membeli kabel dan 12 lampu 12 buah lampu, 100 meter kabel dan 12 timba untuk menampung air.

“ Selain murah, teknisnya juga sangat mudah, tinggal memasang lampu dilahan persawahan yang dibawahnya diberi ember air. Nah, nantinya saat hama tersebut mendekati lampu otomatis akan jatuh ke air dan mati,” tandasnya.

Tafsirudin menambahkan, jika lokasi rumah jauh dari areal persawahan, maka apabila memakai cara ini bisa menumpang ke rumah rumah warga yang dekat dengan lahan persawahan.  Umumnya, untuk biaya listrik biasanya dipatok sebesar Rp 30.000 per lampu selama produksi atau sejak masa tanam hingga panen.

Leave A Reply

Your email address will not be published.