Merajut Asa Dari Sudut Desa

Anggota Polisi Ini Buat Pupuk Organik untuk Bantu Petani di Wilayah Kerjanya

0 197

INFODESA.ID-SULTENG, Kab.Banggai, Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Toili, Kesatuan Polres Banggai, Brigadir I made Suastana, untuk meningkatkan hasil pertanian di wilayah kerjanya, mengawali di tanah kebun miliknya yang sudah puluhan tahun dikelola dengan kimia, guna memperbaiki unsur hara maka saya membuat pupuk organik/kompos dengam komposisi kotoran ternak yang melimpah dimasyarakat, setelah saya membuat pupuk tersebut teman-teman tertarik dengan hasilnya dan akhirnya membuat kelompok pupuk organik dan saya sebagai Ketuanya, Senin (3/6/2019) tulisnya kepada kontributor infodesa.id.

Pupuk organik sangat perlu dan meringankan biaya petani dalam pengelolaan lahan dan dapat meningkatkan hasil pertanian. Dengan menggunakan bahan bahan kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran ayam, serbuk kayu, abu sekam, arang sekam semuanya begitu mudah di dapatkan di masyarakat, uraiNya.

Dijelaskannya cara membuatnya juga sangat sederhana, dimana “Komposisi kotoran ternak sapi dan kambing saya padukan dengan abu sekam, arang sekam, serbuk kayu, kulit padi/sekam, semua bahan saya campur dan saya tambahkan aktivator bakteri pengurai Tricoderma, zat pelapuk yang di beli dari Bogor, setelah semua bahan tercampur saya tutup dengan menggunakan terpal, setelah 2 minggu komposisi tadi saya lakukan pembalikan, dan setelah 4 minggu pupuk siap digunakan, Urai I made Suastana (3/6/2019).

Cara pembuatan pupuk organik terus disosialisasikan kepada petani desa tempatnya tugas yaitu di Desa Kamiwangi Kec. Toili Barat Kab.Banggai dengan harapan petani kedepan di wilayah ini tidak lagi ketergantungan dengan pupuk yang mengandung kimia dan harganya mahal, ungkapNya.

Saya terinspirasi belajar membuat pupuk padat/kompos dan pupuk cair serta insek dari bahan-bahan organik, karena memang berasal dari keluarga petani, serta harapan dia, dengan ilmu yang dimilikinya ini dapat bermanfaat bagi petani di desanya.

Disampaikannya pula yang saya demplot tahap awal adalah padi, minimal 2 kali demplot baru kelihatan perubahan hasil, karena puluhan tahun tanah menggunakan kimia,Dan “hasilnya cukup baik”, walau baru pertama, ungkapnya.

Harapannya dengan anggota kelompok yang dibentuk dan di ketuainya, dan telah mengajukan Permohonan ke pemerintah daerah dan sangat mengharap bisa di tindak lanjuti, untuk pengembangan utama pemeriksaan laboratorium untuk tau kadar pupuk dan gudang penyimpanan bahan baku yang di kumpulkan dari masyarakat, harap I Made Bhabinkamtibmas, juga sebagai ketua Pokja DESTANA (Desa Tangguh Bencana) desa Kamiwangi Kec.Toili Barat, Banggai-Sulteng.(Ahmad Budullah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.