Merajut Asa Dari Sudut Desa

Lagu “Mutiara Banggai Laut” Mari Satukan Hati …!

0 592

 

INFODESA.ID-BANGGAI LAUT (BALUT), Muchsin Sasia, salah seorang tokoh masyarakat di Banggai, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan (Asisten I) di Kabupaten Banggai Kepulauan, (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat terharu setelah menonton dan mendengar lagu “Mutiara Banggai Laut Hidayat Lamakarate Bupati Banggai Laut” dalam Yotube yang berdurasi kurang lebih 5.19 Menit, “Saya sangat terharu mendengar suara Pak Hidayat Lamakarate sangat cocok membawakan lagu ini, yang dengan sempurna mengucapkan Bahasa Banggai, tak terasa menetes air mata, dalam pesan WhatsApps ke kontributor infodesa. “Rabu(28/5/2019).

Ditambahkan pula inti lagu ini mengajak masyarakat membangun Banggai Laut, dan agar lagu ini di pahami masyarakat luas khususnya masyarakat Sulawesi Tengah, Muchsin Sasia mencatat lagunya dan menterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kemudian mengirimkannya redaksi infodesa.id.

Muchsin Sasia, salah seorang tokoh masyarakat di Banggai,
Saat ini Asisten Pemerintahan (Asisten I) di Kabupaten Bangkep
Penerjemah Lagu

Dan ditemui di ruang kerjanya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate, menceritakan kenangannya saat sebagai penjabat  Bupati Banggai Laut (22 April 2013 s/d 22 April 2015), dimana tahun pertama memimpin wilayah itu, dapat membuat rekaman lagu daerah Banggai, atas ajakan sahabatnya, tentunya ajakan membuat rekaman lagu daerah ini bukan tidak beralasan,salah satunya adanya budaya adat istiadat yang masih terus dipertahankan masyarakat Banggai saat itu, seperti awal kedatangan saya di Kota Banggai langsung disambut dengan beraneka ragam adat, “Tarian-tarian dan lagu lagu daerah”, Menceritakannya ke kontributor infodesa.id. (28/5/2019)

Termasuk dalam setiap kegiatan, utama kunjungan ke desa desa Kabupaten Banggai Laut, Adat istiadat di daerah Banggai tentunya tidak bisa dipisahkan dengan upacara-upacara adat yang sudah ada sejak berdirinya kerajaan Banggai di Banggai Laut, budaya dan tradisi ini harus dilestarikan pikirannya saat itu, ungkap Hidayat.

Untuk mengikat emosional dengan masyarakat sebagai pemimpin di wilayah ini, saya harus hapal lagu-lagu daerah agar bisa menyanyikan, dengan bisa menyanyikan lagu daerah saya lebih dekat dengan rakyat, akhirnya atas dasar dukungan sahabat mencoba membuat rekaman lagu daerah, lagu yang ada di Banggai Kepulauan, Salah satunya lagu “Mutiara Banggai Laut”. Dan ini sebagai lagu pertama dari 6 Lagu, tambahnya.

Berita Terkait Lainnya ;

Juga di sampaikan, Karena saat itu di Banggai belum ada lagu daerah yang terdokumentasi dengan baik, karena belum ada,saya baik secara pribadi maupun sebagai penjabat Bupati saat itu terpanggil untuk mengikuti ajakan kawan membuat dan mendokumentasikan “Lagu-Lagu Daerah” yang sudah ada dengan mengambil latar belakang pembuatan video klip dengan pakaian-pakaian dan budaya daerah Banggai Laut. Ujar Hidayat.

Sebagai penjabat Bupati tentunya menaruh harapan dengan adanya dokumentasi lagu-lagu ini di masyarakat, AKAN LAHIR “Genarasi-Genarasi Baru” yang mau mengalbumkan lagu lagu, khususnya lagu daerah seperti ini, sehingga masyarakat bisa dengar setiap saat, dan budaya tradisional terus dapat dipertahankan. Pungkas Hidayat. *(28/5/209).

Terjemahan
Lagu Mutiara Banggai Laut :

Pau Banggai Saibino (Oh Banggai semua elamen)
Tinanggu tukon tamanggu sion (Ibuku bersama ayahku kasihan)
Masikene konda lipu nia (Sangat menyayangi daerah ini)
Tukon tano Adat Banggai (Dengan budaya adat banggai)

Reff
Banggai Laut na tialian (Banggai laut permulaan pembentukannya)
Togong potil polong togong sagu sion (Pulau kelapa sampai pulau sagu kasihan)

Ref Merpati Polong ref Markiso
Ref Merpati Polong ref Markiso
Lue tolobundu palong ….kombangan…….(Mulai dari Pulau tolobundu sampai Pulau
Kompongan)

Utus-utus saibino sion (Sanak keluarga semuanya kaya raya)
Tina tama tukon tula-tulando (Ibu bapak dan semua teman teman)
Mai nda pa kanggi lima (Mari kita berpegangan tangan)
Mai nda pomenggon noa (Mari kita menyatukan hati)

Utus-utus saibino sion (Tina tama tukon tula-tulando)
Mai nda kekendenge
Kota banggai natiali (Mari kita bangun dan perbaiki banggai milik kita)
lipu aki koluano (Untuk menjadi daerah yang tidak ada duanya).

*Ahmad Budullah

Leave A Reply

Your email address will not be published.