Merajut Asa Dari Sudut Desa

Gerombolan Kera Rusak Pertanian, Warga Jatipurno Kampanye Sedekah Tanaman

0 102

 

INFODESA.ID-WONOGIRI-Beberapa tahun terakhir sebagian warga di kabupaten Wonogiri resah dengan segerombolan kera liar yang turun gunung dan menjarah tanaman di kebun warga. Tak hanya merusak tanaman, beberapa kera mengambil makanan di dapur warga. Berbagai upaya telah dilakukan masyarakat maupun pemerintah, namun belum berhasil.

Berangkat dari keprihatinan itulah, seorang warga di kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri membuat campaign Sedekah Tanaman. Bersedekah tidak harus materi. Bisa bersedekah dengan apapun untuk membantu orang lain. Salah satu sedekah yang paling mudah adalah menanam pohon. Menanam pohon juga disebut dengan sedekah jariyah, pahala tersebut tidak akan terputus hingga hari kiamat.

“Saya tergerak menggalang dana melalui gerakan sedekah tanaman karena melihat masyarakat petani di desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah beberapa tahun ini sudah tidak menggarap lahan pertaniannya karena setiap kali di tanamani selalu dimakan dan dirusak kera,” kata Tamin.

Rencana donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pengadaan bibit tanaman buah sirsak, duwet, jambu biji, kakao, asam jawa, talok, nangka, beringin dan tanaman buah lainnya. Jika masyarakat ingin ikut berkontribusi bisa klik link https://kitabisa.com/campaign/sedekahtanaman

Tidak hanya berdonasi dalam bentuk uang, masyarakat juga bisa membantu dengan cara mendonasikan biji-bijian atau aneka bibit tanaman dan buah, serta masyarakat bisa menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut berbuat kebaikan.

Ratusan bibit tanaman dan buah telah disiapkan Tarmin di kebun bibit Griya Amanah Jatipurno, miliknya. Namun karena mengingat lahan yang jadi target penanaman luas, maka membuat campaign Sedekah Tanaman melalui kitabisa.com.

Pelaksanaan penanaman bekerjasama dengan masyarakat, perangkat desa, dan Perhutani. Rencana akan dilaksanakan pada Januari 2021, mengingat musim hujan bulan ini belum stabil.

Harapannya dengan penghijauan, masyarakat kembali bisa bercocok tanaman yang lebih menghasilkan. Hutan lebih hijau, ekosistem kera terjaga, warga sekitar hutan tak merasa khawatir kera masuk ke pekarangan warga. “Cukup di hutan karena dalam hutan tersedia makanan buat mereka.” kata Tarmin. (*rilis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.