Merajut Asa Dari Sudut Desa

Muji Petani Porang Asal Slogohimo Wonogiri

0 8.304

 

INFODESA.ID-WONOGIRI-Namanya Muji. Umurnya 54 tahun. Dia tinggal di Dusun Tumpang RT 02 RW 06 Desa Padarangen Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Muji sejak tiga tahun lalu menekuni pertanian. Hususnya budidaya tanaman porang. Selain itu dia juga memasarkan tanaman jenis “polo kependem” itu.

Wartawan INFODESA.ID berhasil menemui Muji di salah satu lahan pertanian Porang Kamis (5/11/2020) di Slogohimo. Dia menceritakan, meski terbilang belum lama bertani Porang, namun dia mengaku sudah dapat memetik hasilnya.

Awalnya dia mendapatkan bibit tanaman porang dari lahan hutan negara di wilayah Jatiroto dan Kismantoro. Tanaman porang waktu itu tumbuh “liar” di wilayah tersebut.

Ketika akan dilakukan penghijauan kembali di lahan negara tersebut, dia mencoba melakukan menanam Porang di lahan negara dengan sistem tumpangsari, di sela sela tanaman hutan, tanaman kayu kayuan.

Ternyata tumbuh bagus. Sekitar 8 bulan kemudian, Muji memanen Porang di lahan negara tersebut. Untuk kemudian dipindahkan ke pekarangan atau lahan pertanian miliknya.

Cara mengembangkannya ada dua. Yaitu dengan menanam buah dari Porang. Buah Porang itu namanya “katak”. Yaitu dengan menanam umbinya.

Dua jenis itu, katak dan umbi sama sama bisa ditanam. Sama sama bisa menjadi cikal bakal pohon Porang. Cara menanam katak sangat mudah. Ibarat kata dilempar saja ke pekarangan, katak itu akan tumbuh. Demikian halnya umbinya.

Namun tentu hasilnya tidak maksimal, jika menanamnya asal asalan. Maka, Muji menanam dengan cara memperlakukan bibit Porang sebaik mungkin.

Yaitu menyiapkan lahan dengan cara mengolah. Mencangkul, membersihkan lahan dari rerumputan, reranting, dan limbah unorganik. Bibit Porang baik umbi maupun katak dimausukkan ke dalam lobang tanah yang telah gembur. Tidak perlu dalam. Terpenting tertimbun tanah. Sekira kedalaman 10 s/d 15 cm tergantung besar kecilnya bibit.

Tidak hanya itu, tanah lahan yang akan digunakan juga dicampur dengan pupuk kandang. Kotoran sapi, kambing, abu sisa pembakaran dapur rumah tangga dan dedaunan yang telah divermentasi.

Waktu menanam, Muji memilih menjelang musim penghujan. Antara bulan Agustus, September, November. Ketika belum ada hujan pada bulan itu, makan perlu dilakukan pengoncoran atau disiram air.

Manakala sudah musim hujan. Maka tidak perlu lagi penyiraman.
Usahakan lahan tanaman porang tidak tergenang air. Sebab jika tergenang besar kemungkinan bibit Porang bisa busuk, jika air menggenang dalam waktu lama.

Cara lain, penanaman bibit Porang bisa dilakukan ke dalam polibag. Caranya siapkan media yang telah diolah. Masukkan media ke dalam polibag setengahnya. Masukan katak atau umbi ke dalam polibag. Setelah itu masukkan lagi media ke dalam polibag untuk menutup benihnya.

Lakukan penyiraman pertama dengan sedikit air, sekedar untuk melembabkan tanah. Tempatkan polibag yang telah diisi benih di tempat yang terkena matahari pagi secara langsung. Setelah itu tinggal menunggu bibit bertunas dan tumbuh. (baguss)

Leave A Reply

Your email address will not be published.