Merajut Asa Dari Sudut Desa

Fakta! Pembalut Wanita, CD, BH & Popok Mecemari Kali Grojogan Blora

0 234

 

INFODESA.ID.BLORA – Fakta. Nyata. Popok, pembalut wanita, celana dalam (CD) dan BH alias kutang menjadi bagian limbah yang turut mencemari Sungai Grojogan Kabupaten Blora.

Barang-barang jeroan itu dan sampah anorganik lainya mempercepat wkerusakan lingkungan dan biota sungai Grojokan.

Fakta itu ditemukan relawan ARTYS (Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati) membersihkan sampah di Sungai Grojogan di wilayah Jl. Sudarman turut Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jum’at (15/1/2021) mulai sekira pukul 08:00 WIB.

ARTYS bekerja sama dengan para pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (DINRUMKIMHUB) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora.

“Iya, aksi bhakti lingkungan bersama ini adalah tindak lanjut dari peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon (10/1/2021) kemarin”, kata Eko Arifianto selaku Koordinator Pelestarian Lingkungan Hidup Relawan ARTYS.

Proyek kolaborasi ini adalah kegiatan kepedulian lingkungan bersama dari Relawan ARTYS dan dinas-dinas terkait.

Di Kali Grojogan, sampah-sampah terlihat berserakan. Kantong plastik berisi sampah beragam jenis mengapung dan teronggok di bebatuan, hingga membendung aliran air sungai. Air menjadi hitam berbau akibat tercemar sampah, hingga menyebabkan bau tidak sedap.

“Hari ini telah diangkat 16 kubik sampah berbagai jenis dari Kali Grojogan. Sampah kayu, bangkai binatang dan sampah anorganik dari berbagai jenis seperti styrofoam, plastik pembungkus makanan, botol, gelas bekas minuman, kaca dan kaleng. Sebagian merupakan material yang sulit terurai oleh alam, sehingga menjadi polutan sekaligus ancaman bagi sungai dan ekosistemnya yang terletak di tengah kota Blora ini”, terang Kotak, panggilan akrab Eko.

Menurut Eko, dengan kondisi minimnya kebijakan progresif dari pemerintah kabupaten terkait dengan tata kelola sampah, semua sampah bisa berakhir ke sungai.

“Sampah yang akhirnya menjadi polutan air sungai ini membebani alam dalam penguraiannya. Tidak hanya bungkus makanan saja, tapi kita temukan juga popok, pembalut hingga (maaf) celana dalam serta BH atau kutang. Tragis rasanya melihat ikan-ikan kecil terapung mati di antara limbah tumpukan sampah yang ada”, ungkapnya.

Dalam aksi Resik-resik Kali Grojogan yang dilakukan, rencana dibagi dalam empat tahapan, yaitu: Tahap pertama, Jum’at (15/1/2021) hari ini dimulai dari perempatan Grojogan Jl. Pemuda hingga Jl. Mangga atau sering disebut dengan Treteg Ireng (Jembatan Hitam) yang berjarak sekitar 170 meter.

“Tahap kedua (22/1) Jum’at depan akan dilakukan pembersihan sampah yang dimulai dari Grojogan hingga perempatan yang mempertemukan Jl. Sudarman dengan Jl. Kolonel Sunandar, yang berjarak sekitar 325 meter”, jelas Kotak.

Untuk aksi tahap ke tiga (29/1/2021) Jum’at depannya lagi, dikatakan Eko, akan dilakukan pembersihan sampah dari Grojogan hingga Jl. Reksodiputro yang berjarak 450 m.

Aksi berikutnya tahap ke empat terakhir, Jumat (5/2/2021) akan dilakukan pembersihan sungai dari mulai Grojogan hingga tikungan Jl. Jambu atau pertemuan Kali Grojogan dengan Kali Lusi yang berjarak sekitar 650 meter.

“Semoga langkah kecil yang kita lakukan bersama ini bisa mengurangi beban pencemaran di Sungai Grojogan, sehingga layak dibuat destinasi wisata sebagai ruang terbuka oleh masyarakat Blora”, tuturnya.

Acara bersih-bersih sungai dihadiri oleh calon Bupati terpilih H. Arief Rohman, M.Si, yang juga masih menjabat Wakil Bupati Blora dan Tri Yuli Setyowati, ST., MM Wakil Bupati Blora terpilih.

“Terimakasih kepada dinas-dinas terkait dan relawan ARTYS yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu. Kami apresiasi dan berterimakasih atas gerakan resik-resik (bersih-bersih) Kali Grojogan ini. Semoga bisa menjadi embrio seperti di Cepu dan kecamatan-kecamatan lainnya. Kita ingin bumi kita ini bersih dan hijau ya. Untuk selanjutnya nanti aksi penanaman ya, sesuai dengan visi kita yaitu Blora Ijo Royo-royo, ” kata Arief Rohman di hadapan para peserta kegiatan bersih sungai Grojogan.

Menurutnya, Gerakan Jumat Bersih adalah sebuah program kerja yang bagus antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kabupaten Blora.

“Tidak hanya dinas dan relawan saja, tetapi juga masyarakat yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Nanti akan kita data lingkungan mana yang perlu gerakan kebersihan, dan akan kita bersihkan secara bersama-sama,” imbuhnya.

Walau di tahap awal hanya ada 3 (tiga) dinas yang terlibat, harapannya, nanti semua dinas ikut terlibat aktif dalam upaya melestarikan lingkungan.

“Tidak hanya tiga dinas, dinas-dinas lain juga akan kita gerakkan bersama masyarakat untuk cinta terhadap kebersihan, cinta pada lingkungan dan cinta kepada bumi kita”, pungkas Arief. [rilis-baguss)

Leave A Reply

Your email address will not be published.